Home » , » TAFSIR SURAT AL BAQARAH 225 DAN AR RUUM 20-25

TAFSIR SURAT AL BAQARAH 225 DAN AR RUUM 20-25

A. Tafsir surat Al Baqarah ayat 225 :
لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ (225)
Maksud ayat لا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ adalah Allah tidak akan menyiksa kepada seseorang karena melakukan sumpah yang lagha (sia-sia), yaitu sumpah yang tidak dimaksud oleh orang tersebut, tetapi sumpah itu terucap karena kebiasaan sebelumnya dan tidak disertai itikad dalam hati, seperti yang dilakukan oleh orang-orang Quraisy yang baru masuk Islam, mereka lupa mengatakan, “Demi Lata dan Uza”. Sumpahnya ini diucapkan secara tidak sengaja, karena lidahnya biasa mengatakan hal itu pada masa sebelum Islam, sedangkan hatinya tidak menyertai sumpahnya tersebut, maka Rasulullah memerintahkan untuk mengucapkan kalimat ikhlas (laa ilaaha illallah), agar kesalahan lidahnya itu bisa digantikan dengan kalimat ikhlas. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim berikut ini :
عن أبي هريرة: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: "من حلف فقال في حلفه: واللات والعزى، فليقل: لا إله إلا الله" رواه بخاري مسلم
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa bersumpah, kemudian berkata dalam sumpahnya, “Demi Lata dan Uza”, maka katakanlah, “Tiada Tuhan kecuali Allah”. (HR. Bukhari Muslim)
Karena itulah dalam ayat selanjutnya Allah berfirman,
وَلَكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ
Apakah yang dimaksud dengan sumpah yang lagha ?
Menurut Abu Dawud dalam Kitab Sumpah yang Lagha, beliau meriwayatkan hadits dari ‘Aisyah yang mengatakan bahwa sumpah yang lagha itu adalah perkataan seseorang, “Ya demi Allah, tidak demi Allah”. Dalam kata lain sumpah yang hanya gurauan belaka, tidak disertai dengan hati, tetapi hanya sebatas lisan.
Menurut Ibnu Abbas sumpah yang lagha itu adalah sumpah yang isinya mengharamkan apa yang dihalalkan. Maka orang tersebut hendaknya membatalkan sumpahnya dan melakukan kifarat, sebagaimana Rasulullah bersabda :
عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: "من حلف على يمين فرأى غيرها خيرًا منها، فليكفر عن يمينه، وليفعل الذي هو خير"
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa bersumpah (untuk melakukan sesuatu), kemudian ia berpendapat bahwa hal yang lain lebih baik dari sumpahnya tersebut, maka hendaklah ia kifarat atas sumpahnya dan lakukanlah apa yang dianggapnya lebih baik”.
Adapun maksud وَلَكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ adalah Allah akan menyiksa kepada orang yang bersumpah disertai dengan hatinya tentang suatu hal padahal dia berbohong. Ibnu Abas mengatakan, “Yaitu orang yang bersumpah tentang sesuatu padahal dia sendiri mengetahui bahwa dia berbohong”

B. Tafsir Surat Ar Ruum ayat 21-25
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُونَ (20)
Ayat ini menunjukkan keagungan dan kesempurnaan qudrat Allah swt. Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa manusia diciptakan dari saripati tanah, kemudian berubah menjadi mani, kemudian berubah menjadi lempengan-lempengan darah, kemudian berubah menjadi lempengan-lembengan daging, kemudian Allah menciptakan tulang dan membentuknya sesuai bentuk manusia, dan membungkus tulang tersebut dengan daging. Kemudian Allah meniupkan ruh, maka bayi pun bisa melihat dan bisa mendengar. Kemudia dia keluar dari rahim ibunya dalam keadaan kecil, tidak punya kekuatan dan sedikit bergerak. Kemudian seiring bertambahnya umur maka semakin kuat dan ruang geraknya semakin luas, sehingga mampu membangun kota, melakukan perjalanan di atas jagat raya ini, menaklukan lautan, mengelilingi dunia, berusaha dan mengumpulkan harta. Mereka diberi akal pikiran dan semangat, pemikiran dan ilmu, diluaskan dalam segala urusan dunia dan akhirat. Mahasuci Allah yang telah menciptakan manusia dengan segala kelebihannya.
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (21)
Dari sebagian tanda kekuasaan Allah adalah Allah menciptakan pasangan bagi manusia dari jenis manusia juga, bukan dari jenis jin atau hewan lain, karena jika Allah menciptakan pasangan dari jin atau hewan lain tentu tidak akan ada rasa tertarik diantara keduanya, tetapi justru akan saling menjauhi.
Selain Allah menciptakan pasangan dari jenis manusia, Allah juga menciptakan mawaddah, yaitu rasa cinta dan rasa sayang (rasa kasih), karena seorang laki-laki menikahi perempuan bisa karena rasa cinta kepadanya, sayang kepadanya karena memiliki anak darinya atau karena sang istri membutuhkan suami untuk biaya kehidupan, atau karena senang kepadanya.
Hal ini tentu saja merupakan tanda kekuasaan Allah yang sangat agung bagi orang-orang yang berpikir.
وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ (22)
Dari sebagian tanda kekuasaan Allah adalah penciptaan langit yang tinggi dan luas, berbagai material yang ada di langit, dan bintang-bintangnya baik yang diam maupun yang berjalan. Allah juga menciptakan bumi yang direndahkan dan besar serta material yang ada di atasnya seperti gunung-gunung yang kokoh, lautan, daratan, hewan dan pohon-pohon.
Allah juga telah menciptakan manusia dengan bahasa dan warna kulit yang berbeda-beda pada setiap daerahnya. Hal ini merupakan tanda kekuasaan Allah bagi manusia sebagai makhluk yang memiliki akal.
وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ (23)
Dari sebagian tanda kekuasaan Allah adalah Allah menidurkan kalian pada waktu malam dan siang agar kalian istirahat dan sedikit bergerak sehingga hilang rasa jemu dan cape. Allah juga menjadikan kalian menyebar dan melakukan berbagai pekerjaan dan perjalanan pada siang hari untuk mencari karunia Allah sebagai sumber kehidupan. Semua ini merupakan tanda kekuasaan Allah bagi kaum-kaum yang mendengar.
وَمِنْ آيَاتِهِ يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنزلُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَيُحْيِي بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (24)
Diantara tanda kekuasaan Allah adalah Allah menciptakan kilat yang dapat menimbulkan rasa takut dan harapan, takut akan hujan yang bisa menghancurkan kehidupan, berharap hujan yang bisa membawa berkah bagi kehidupan, kemudian Allah menghidupkan kembali tumbuh-tumbuhan yang ada di bumi setelah ia sebelumnya mati dan tidak ada tumbuh-tumbuhan. Hal ini menunjukkan bahwa menghidupkan kembali yang sudah mati kelak setelah hari kiamat, bagi Allah adalah mudah, dan ini menjadi tanda kekuasaan Allah bagi kaum-kaum yang berakal.
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ تَقُومَ السَّمَاءُ وَالأرْضُ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِنَ الأرْضِ إِذَا أَنْتُمْ تَخْرُجُونَ (25)
Dari sebagian tanda kekuasaan Allah adalah berdirinya langit dan bumi atas kehendak Allah, kemudian jika kiamat terjadi maka bumi akan diganti dengan bumi yang lain, begitu juga langit, kemudian Allah memanggil manusia dan atas kehendak Allah, manusia pun keluar dari kuburnya maka mereka menjawab dengan memuji Allah dan mereka menyangka tidak akan tinggal kecuali sebentar, sebagaimana firman Allah,
يَوْمَ يَدْعُوكُمْ فَتَسْتَجِيبُونَ بِحَمْدِهِ وَتَظُنُّونَ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلا قَلِيلا [الإسراء: 52].
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Jawharie.blogspot.com
Comments
3 Comments

3 komentar:

Sekilas said...

Makasih atas contoh tafsirnya...

Tanto Aljauharie said...

Sama-sama.

Arifin J said...

blognya lengkap banget lagi ada tugas ni

hehe kalau ada waktu mampir gan
http://fenomenadi.blogspot.com

Post a Comment

Thanks for your visiting this Blog, please leave comment !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. JawHarie.Blogspot.com - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger